TUGAS 1
Mendeskripsikan Pengertian Budaya Politik
1. Deskripsikan pengertian budaya politik!
Jawab : Budaya politik merupakan
pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan
administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, norma kebiasaan
yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.
2. Identifikasi ciri-ciri budaya politik!
Jawab : Ciri-ciri dari budaya politik adalah
1. adanya pengaturan kekuasaan
2. proses pembuatan kebijakan pemerintah
3. adanya kegiatan dari partai-partai politik
4. perilaku dari aparat-aparat Negara
5. adanya budaya politik menyangkut masalah legitimasi
6. adanya gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah
7. menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat
3. Identifikasikan tentang macam macam budaya politik!
Jawab : BUDAYA POLITIK PAROKIAL↴
Budaya politik parokial
yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.
Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi
orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol
atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut.
Ciri-ciri :
- Apatis
- Pengetahuan politik rendah
- Tidak peduli dan menarik diri terhadap kehidupan
politik
- Anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat
terhadap objek politik yang luas
- Kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat
kewenangan dan kekuasaan dalam masyarakatnya rendah
- Warga negara tidak terlalu berharap dalam sistem
politik
- Tidak ada peranan politik yang bersifat khusus
- Lingkupnya sempit dan kecil
- Masyarakatnya sederhana dan tradisional
Contoh budaya politik parokial yakni
masyarakat pada suku-suku pedalaman yang mana mereka belum mengenal betul siapa
pemimpin negara mereka dan tidak ikut serta sama sekali dalam pemilu
BUDAYA POLITIK SUBJEK / KAULA↴
Budaya politik kaula
(subjek),yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah
relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.
Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi
orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek
output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh
pemerintah. Namun frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam
pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan.
Ciri-ciri :
- Memiliki pengetahuan dalam bidang politik yang
cukup
- Partisipasi politik minim
- Kesadaran berpolitik rendah
- Kehidupan ekonomi warga negara sudah baik
- Tingkat pendidikan relatif maju
- Masyarakat menyadari otoritas pemerintah
sepenuhnya
- Warga negara cukup puas untuk menerima apa yang
berasal dari pemerintah
- Warga negara menganggap dirinya kurang dapat
mempengaruhi sistem politik
- Masyarakat secara pasif patuh pada pejabat,
pemerintah, dan undang-undang
Contoh Budaya Politik Subjek/Kaula
yakni masyarakat jawa (keraton) di jogja. Dimana rakyat
sudah ada pemahaman & kesadaran akan pentingnya berpartisipasi dalam
politik, namun mereka tidak berdaya dan tidak kritis (hanya mengikuti perintah,
tidak memberikan aspirasi)
BUDAYA POLITIK PARTISIPAN↴
Budaya politik
partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik
yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam
kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota
masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu
budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem
politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta
penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung
Ciri-ciri :
- Pengetahuan tentang politik tinggi
- Kesadaran berpolitik tinggi
- Kontrol politik aktif
- Warga negara memiliki kepekaan terhadap masalah
atau isu-isu mengenai kehidupan politik
- Warga mampu menilai terhadap masalah atau isu
politik
- Warga menyadari adanya kewenangan atau kekuasaan
pemerintah
- Warga memiliki kesadaran akan peran, hak, dan
kewajiban, dan tanggung jawabnya
- Warga mampu dan berani memberikan masukan,
gagasan, tuntutan, kritik terhadap pemerintah
- Warga memiliki kesadaran untuk taat pada
peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan tanpa perasaan tertekan
Contoh budaya politik parokial yakni
keaktifan masyarakat terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan politik
seperti pemilu, demonstrasi, dan lain-lain
4. Analisis faktor penyebab berkembangnya budaya politik di daerahnya!
Jawab : Budaya politik adalah aspek politik dari sistem nilai-nilai
yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana jaman saat itu
dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri. Artinya, budaya politik
yang berkembang dalam suatu negara dilatarbelakangi oleh situasi, kondisi dan
pendidikan dari masyarakat itu sendiri, terutama pelaku politik yang memiliki
kewenangan dan kekuasaan dalam membuat kebijakan, sehingga budaya politik yang
berkembang dalam masyarakat suatu negara akan mengalami perubahan dari waktu ke
waktu.
5. Evaluasi budaya politik yang ada di masyarakat!
Jawab :
- Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa, agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
- Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.
- Sikap ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang di kenal melalui indikatornya berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.
- kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial; sebagai indikatornya dapat di sebutkan antara lain bapakisme, sikap asal bapak senang.
- Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.



















